Aku melukismu dari kejauhan
sebab dekat adalah teramat jauh
Wajahmu selesai kulukis. juga rambutmu.
tapi rambutmu menjelma air
menghujan di telapak tanganku
matamu memejam
sedang bibirmu mengatup
Aku ulangi melukismu dari kejauhan
sebab dekat adalah teramat jauh
Kali ini lengkap dengan tubuh, tangan
dan kakimu
tapi kakimu nampak hendak berlari
memunggungiku
meski wajahmu tak ikut berpaling
aku bisa saja mencoba sekali lagi melukismu
sayang kanvasku tinggal satu
kusimpan untuk membuat lukisan,
yang pasti tak mencair
atau berlari
Dari jarak mana pun,
*milatisyifa*

3 komentar:
Ayo lukislah diriku.
Mumpung tinggal satu
Pondokku
aku nangkap esensinya, hanya tidak bisa mengeluarkan dengan kata-kata biasa.
puisi yang bagus, ka.
Hai Tika,
belum ada rencana posting baru?
eh, lukisannya dah jadi belum...tampilin dong...
Poskan Komentar